Archive for the ‘Mahanarayana’ Category
Mahanarayana Upanishad (Bagian Kedelapanpuluh)
Sunday, March 2, 2008 10:03 No Comments
Asititamo ‘Nuwakah
Bagian Kedelapanpuluh
1
tasyaiwam widuso yajnasyatma yajamanah sraddha patni
sariramidhmamurowedirlomani barhirwedah sikha hrdayam
yupah kama ajyam manyuh pasustapo ‘gnirdamah samayita
(danam) daksina wagghota prana udgata caksur adhwaryurmano
brahma srotramagnit yawad dhriyate sa diksa yadasnati
tad dharwiryat pibati tad asya somapanam yadramate tad
upasado yat sancaraty upawisaty uttisthate ca sa prawargyo
yanmukham tadahawaniyo ya wyahrtir ahuti yadasya wijnana
tajjuhoti yatsayam prataratti tatsamidham yat pratar
madhyandinam sayam [...]
Mahanaraya Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Sembilan)
Sunday, March 2, 2008 9:51 No CommentsEkonasititamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Sembilan
1
prajapatyo harunih suparneyah prajapatim
pitaramupasasara kim bhagawantah paramam
wadantiti tasmai prowaca
Aruni, putra Prajapati dan Suparna mendekati ayahnya Prajapati - demikian yang kita telah dengar - dan menanyainya, apakah yang dinyatakan oleh guru yang terhormat, sebagai cara pembebasan tertinggi? Kepadanya Prajapati menjawab demikian:
2
satyena waturawati satyenadityo rocate diwi
satyam wacah pratistha satye sarwam pratistham
tasmat satyam paramam wadanti
Oleh [...]
Mahanarayana Upanishad (Bagian Ketujupuluh Delapan)
Sunday, March 2, 2008 9:43 No CommentsAstasaptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Delapan
1
satyam param param satyam satyena na
suwargallokaccyawante kadacana satam hi
satyam tasmatsatye ramante
Kebenaran adalah mulia. Apa yang mulia hanyalah kebenaran saja. Dengan kebenaran, mereka yang telah mencapaim keadaan penuh kebahagiaan tak pernah jatuh dari sana. Apa yang menjadi milik sat, yaitu orang-orang baik, itu sesungguhnya satyam (kebenaran). Untuk alasan inilah para pencari kebaikan tertinggi [...]
Mahanaraya Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Tujuh)
Saturday, March 1, 2008 18:36 No Comments
Saptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Tujuh
1
siwena samtisthaswa syonena me samtisthaswa
subhutena me samtisthaswa brahmawarcasena me
samtisthastwa yajnasyarddhima nu samtisthaswopa
te yajna nama upa te nama upa te namah
Wahai Tuhan, yang dipuja dalam semua kurban, aku bersujud di depan-Mu dengan rasa hormat yang mendalam! Aku bersujud di depan-Mu! Aku bersujud di depan-Mu! Sudilah kiranya tinggal bersamaku sebagai pemberi apapun yang menguntungkan. [...]
Mahanarayana Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Enam)
Saturday, March 1, 2008 18:15 No CommentsSatsaptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Enam
1
twanemag dyubhis twam asusuksanis twam adbhyas
twam asmanaspari, twam wanebhyas twam osadhibhyas
twam nrnam prte jayase sucih
Wahai Agni, engkau terlahir pada hari kurban sebagai guru dari manusia secara umum dan dari mereka di antara manusia yang mempersembahkan kurban. Engkau lahir dengan sinar menyebar di sekelilingnya, atau yang menyebabkan kepedihan yang cepat hanya dengan menyentuhnya. [...]
Mahanarayana Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Lima)
Saturday, March 1, 2008 17:47 No CommentsPancasaptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Lima
1
namo rudraya wisnawe mrtyurma pahi
Sembah sujudku pada Rudra dan pada Wisnu (atau Rudra yang juga Wisnu). Selamatkan aku dari kematian.
Mahanarayana Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Empat)
Friday, February 29, 2008 19:10 No CommentsCatuhsaptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Empat
1
prananam granthirasi rudra ma wisantakah,
tenannenapyayaswa
Wahai Rudra, engkau adalah simpul belenggu dari nafas dan organ indra-indra yang berfungsi dalam badan. Masukkan aku sebagai pembuat akhir dari kesedihan dan perbesar serta lindungi kami dengan makanan yang telah kami santap ini.
Mahanarayana Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Tiga)
Friday, February 29, 2008 19:07 No CommentsTrisaptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Tiga
1
wauah suparna upasedurindram priyamedha rsayo nadhamanah,
apa dhwantamurnuhi purdhi caksur mumugdhyasmannidhayewa baddhan
Seperti burung-burung dengan bulu-bulunya yang indah, para bijak yang setia melakukan pemujaan kurban (atau bersemangat pada kebaikan semuanya) mendekati Indra dengan memintanya demikian: Lepaskanlah kegelapan dan kebodohan kami; penuhilah mata kami dengan penglihatan yang layak; dan lepaskan kami dari belenggu kebodohan seperti [...]
Mahanarayana Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Dua)
Friday, February 29, 2008 19:03 No CommentsDwisaptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Dua
1
wan ma asan, nasoh pranah, aksyocaksuh, karnayoh srotram,
bahuworbalam, uruworojah, arista wiswanyangani tanuh,
tanuwa me saha namaste astu ma ma himsih
Wahai Penguasa (Tuhan), setelah bersantap, daya-daya bicara, nafas, penglihatan dan pendengaran ku mantap dalam masing-masing posisinya, yakni mulut, lubang hidung, mata, dan telinga; demikian juga kekuatan dan vitalitas telah kembali pada tangan dan pahaku. [...]
Mahanarayana Upanishad (Bagian Ketujuhpuluh Satu)
Thursday, February 28, 2008 19:24 No CommentsEkasaptatitamo ‘Nuwakah
Bagian Ketujuhpuluh Satu
1
ankusthamatra puruso ‘nkustham ca samasritah,
isah sarwasya jagatah prabhuh prinatu wiswabhuk
Semoga Penguasa Tertinggi (Tuhan) dipuaskan (dengan makanan yang barusan disantap) - Yang merupakan penguasa dari segala dunia dan penikmat segalanya; yang merupakan pribadi yang bersemayam dalam badan, dengan ukuran sebesar jempol, dan yang merupakan penyokong dari badan - memberinya kehidupan dan kegiatan dari [...]



